Senin, 09 September 2019

Resensi Buku Peralatan dan Keselamatan Dalam Pekerjaan Dasar Otomotif

Resensi Buku Peralatan dan Keselamatan Dalam Pekerjaan Dasar Otomotif


A. Idenitas Buku
Judul buku                      : Peralatan & Keselamatan Dalam Pekerjaan Dasar Otomotif
Penulis                             : Drs. Buntarto, M.Pd.
Penerbit                           : PUSTAKABARUPRESS
Tahun terbit                    : 2017 cetakan pertama
Dimensi                            : 23 x 15 cm
Jumlah halaman             : 192 halaman
ISBN                                  : 978 – 602 – 0874 – 64 – 7
Harga buku                     : Rp. 35.000,00

B. Sinopsis
Setiap melakukan pekerjaan di bengkel, memiliki resiko kecelakaan atau bahaya lainnya. Selain menimpa pada mekanik itu sendiri, bisa saja bahaya itu berimbas pada pihak lain atau pun bengkel itu sendiri. Semua itu dapat dihindari dengan upaya-upaya tertentu. Satu hal yang utama adalah bagaimana menggunakan peralatan-peralatan dalam pekerjaan otomotif tersebut sehingga sesuai dengan standar operasionalnya. Baik dari segi peruntukan alat maupun kelayakan serta teknik penggunaannya. Ditambah lagi dengan penggunaan alat perlindungan diri.
Pada buku ini dijelaskan pekerjaan dasar dalam teknik otomotif mencakup penggunaan dan pemeliharaan peralatan dan perlengkapan bengkel sesuai dengan prosedur. Dengan demikian, pekerjaan yang mesti dilakukan akan terselesaikan secara tepat dan cepat. Selama ketentuan dan prosedur melakukan pekerjaan-pekerjaan dasar ini terpenuhi, keselamatan kerja akan terjamin. Pembahasan mengenai hal tersebut, dapat Anda temukan dalam buku ini.

C. Kelebihan
Buku ini sangat menarik dibaca bagi kalian yang sedang mempelajari perawatan kendaraan, sebab buku ini menjelaskan alat-alat yang menunjang dalam perawatan kendaraan. Isi materinya sangat menyeluruh dimulai dari peralatan otomotif, penggunaannya hingga prosedur keamanannya dijelaskan secara detail. Pada bab pertama kita dapat mengetahui berbagai peralatan tangan mulai dari kunci-kunci hingga peralatan kerja bangku. Pada bab kedua kita diperlihatkan berbagai power tools serta fungsi dan kegunaannya, disini kalian juga akan mengetahui bagaimana merawat peralatan bengkel agar masa penggunaannya panjang. Selanjutnya bab ketiga ini mengulas tentang peralatan seperti car lift, dongkrak, hydraulic press, fork lift, & grease gun dimulai dari pengertian atau fungsinya serta penggunaannya.
Bab keempat lebih menjelaskan kearah peralatan-peralatan khusus (Special Service Tools), dimana peralatan tersebut biasanya hanya dapat digunakan disatu pekerjaan saja atau memiliki fungsi khusus. Dilanjutkan dengan penggunaan alat ukur pada bab lima, beberapa alat ukur dijelaskan pada bab ini, mulai dari alat ukur mekanik, elektronik, serta pneumatik. Selain penjelasan kita juga dipahamkan dengan cara pemeliharaan alat ukur. Pada bab terakhir bukan membahas tentang peralatan melainkan penggunaan alat perlindungan diri yang meningkatkan keamanan dalam suatu pekerjaan bengkel. Pembahasannya mulai dari ketentuan alat pelindung diri, macam-macamnya, hingga perawatan & penggunaan.

D. Kekurangan
Disetiap karya selain adanya kelebihan pasti juga ada kekurangan, begitu pula pada karya buku satu ini. Patut disayangkan gambar-gambar yang di perlihatkan hanya berwarna hitam putih sehingga untuk beberapa gambar kurang dapat dipahami jika belum pernah menemui langsung alatnya. Akan lebih baik jika gambarnya memiliki warna sehingga lebih menarik juga lebih mudah dipahami.
Terlepas dari kekurangannya, menurut saya buku ini sangat recommended untuk dibeli & dipelajari. Buku ini cocok digunakan sebagai panduan dalam mempelajari peralatan bengkel & otomotif baik untuk siswa, mahasiswa, & umum. Mungkin hal tersebut pula yang melatarbelakangi penulisan buku ini.

Informasi lengkap buku ini bisa dilihat disini
Buku ini didapat dari Perpustakaan UNY

Minggu, 01 September 2019

Pilih Mana, Pendidikan Teknik Atau Teknik Murni ?


Perguruan tinggi di Indonesia banyak menawarkan program studi untuk calon mahasiswanya. Program studi tersebut tersebar di berbagai fakultas yang ada, salah satunya Fakultas Teknik. Fakultas Teknik adalah fakultas yang menyediakan program studi  yang mempelajari implementasi teknologi baru dalam sektor teknik. Namun perlu diketahui bahwa selain ada prodi teknik murni sebagian perguruan tinggi juga menyediakan prodi pendidikan teknik. Lalu apa bedanya, mari kita bahas.

1. Perbedaan

Prodi pendidikan teknik lebih menjurus ke ranah keguruan. Siswa yang lulus dari Jurusan Pendidikan Teknik Mesin ini dapat menjadi guru di sekolah menengah kejuruan (SMK). Maka dari itu, sebagian besar materi di perkuliahan yang diajukan pun tentang bagaimana menjadi seorang guru yang baik dan profesional. Materi yang mendukung untuk mendukung pembentukan guru ini membahas mata kuliah Ilmu Pendidikan, Telaah Kurikulum, Profesi Kependidikan, Perencanaan Pembelajaran, dan lain sebagainya.

Berbeda dengan Jurusan teknik murni, kita ambil contoh teknik mesin, teknik meain membahas tentang teknik aplikasi untuk analisis fisika untuk desain, desain, manufaktur dan pemeliharaan sistem mekanik seperti, starter, manajemen energi, dan lain sebagainya. Ilmu pengetahuan membutuhkan pemahaman tentang konsep utama dari cabang ilmu mekanika, kinematika, materi teknik, termodinamika dan energi. Pakar dari teknik mesin biasa disebut sebagai insinyur (teknik mesin), yang memanfaatkan pemahaman atas ilmu tekniknya kemudian diimplementasikan pada kendaraan, pabrik atau industri, peralatan, pesawat, mesin dalam industri dan lain sebagainya.

2. Gelar

Untuk gelar yang didapat setelah menyelesaikan studi antara pendidikan teknik dan teknik murni berbeda. Untuk gelar yang didapat oleh mahasiswa prodi pendidikan teknik adalah Sarjana Pendidikan (S.Pd). Sedangkan mahasiswa prodi teknik murni akan mendapatkan gelar Sarjana Teknik (S.T).

3. Prospek Karir

Para calon mahasiswa tentunya memikirkan prospek pekerjaan yang nantinya dapat diambil ketika lulus dari jurusan yang dipilihnya ataupun ingin melanjutkan ke strata yang lebih tinggi lagi. Mahasiswa yang telah lulus dari Jurusan Pendidikan Teknik tentunya lebih ditekankan untuk menjadi seorang guru atau pengajar di sekolah, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Namun realitanya, tidak menutup kemungkinan mahasiswa lulusan dari Jurusan Pendidikan Teknik Mesin ini untuk bekerja di perusahaan atau dunia industri. Mahasiswa yang telah lulus memiliki kesempatan dan peluang besar untuk memperoleh pekerjaan di perusahaan atau industri.

Berbeda dengan Jurusan Teknik Murni, Jurusan Teknik Murni memiliki peluang kerja di perusahaan atau dunia industri yang lebih besar. Seorang lulusan Teknik Murni, katakan saja Teknik Mesin yang dapat menempati posisi pekerjaan di berbagai bidang seperti bidang perawatan mesin, bidang industri alat berat, penguji spesimen produksi, bidang pemerintahan, akademis, dan lembaga penelitian, bidang lainnya, seperti perusahaan yang bergerak dibidang produksi listrik, seperti pembangkit listrik dengan memanfaatkan air, uap, dan gas serta perusahaan migas, seperti Pertamina juga selalu membutuhkan lulusan Teknik Mesin. Lulusan Teknik Mesin dapat berprofesi konsultan untuk perusahaan manufaktur, dan lain-lain.

Nah, sekarang sudah tau kamu mau ambil jurusan apa ? Banyak kok perguruan tinggi yang membuka prodi teknik murni, namun untuk prodi pendidikan teknik tidak semua perguruan tinggi memilikinya. Prodi pendidikan teknik biasanya diselenggarakan di P
perguruan tinggi eks IKIP contohnya Universitas Negeri Yogyakarta. Salah satu kampus negeri di Jogja tersebut memang terkenal dengan kampus kependidikannya, jadi jika anda sudah berminat untuk prodi pendidikan teknik tidak salah jika memilih Universitas Negeri Yogyakarta .

Apa Sih Bedanya Teknik Otomotif Dan Teknik Mesin ?


Masyarakat umum mungkin tidak mengetahui perbedaan atara teknik mesin dan teknik otomotif, bahkan ada yang menganggap bahwa keduanya adalah hal yang sama. Kurangnya wawasan mungkin sebagai salah satu penyebab ketidaktahuan tersebut. Padahal secara ilmu yang dipelajari antara teknik mesin dan teknik otomotif sudah berbeda. Ok, disini kita akan membahas perbedaan antara keduanya.

1. Definisi

Teknik mesin dengan teknik otomotif memiliki definisi yang berbeda. Definisi teknik mesin adalah cabang teknik yang melibatkan perancangan, konstruksi dan pengoperasian mesin. Sedangkan teknik otomotif, secara spesifik berurusan dengan rancangan dan konstruksi mobil. Teknik otomotif merupakan cabang dari teknik kendaraan.

2. Ilmu Yang Dipelajari

Secara ilmu yang dipelajari antara teknik mesin dan teknik otomotif memiliki perbedaan. Jika memilih teknik mesin maka kamu akan mempelajari interaksi fisik pada hubungan material dan karakteristiknya. Mata kuliah inti teknik mesin adalah : statika, padatan, termodinamika, kinematika, ilmu material, fisika dan analisis struktural. Teknik mesin memberikan yang sangat rinci tentang perkuliahan dan penerapan dasar di bidang teknik. Inilah yang membuat teknik mesin masih banyak peminatnya dari semua perguruan tinggi yang memiliki falkutas teknik.

Sedangkan teknik otomotif mengajarkan konsep perancangan dan desain khusus bidang otomotif. Ketika mengambil studi otomotif maka topik pembahasannya adalah powertrain dan desain sasis, komponen elektronik, aerodinamis dan komponen keselamatan. Jarang perguruan tinggi memiliki teknik otomotif untuk jenjang S1, kebanyakan justru memiliki jenjang S2.


3. Prospek Kerja

Bicara prospek kerja, teknik mesin lebih luas daripada otomotif. Secara umum, prospek teknik mesin terbagi dua yaitu : manufacturing serta energi dan utilitas. Manufacturing masuk pada bidang transportasi, kereta api, energi dan telekomunikasi. Untuk energi dan utilitas masuk bidang pengeboran, konstruksi, peralatan penyelaman, transportasi energi, pengencer bensin atau kilang.
Sedangkan prospek teknik otomotif terkesan terlalu menjurus sehingga tidak seluas teknik mesin. Penerapan ilmu teknik otomotif lebih kepada bidang teknisi otomotif, perancangan safety, penelitian gas emisi, perancangan NVH ( Noise, Vibration and Harshness), performance engineer, pengendali dinamika kendaraan, perancang dan Operations Research.
Kira-kira itulah perbedaan mendasar tentang teknik mesin dengan teknik otomotif. 

Jadi untuk kalian yang ingin melanjutkan studi dibidang teknik, khususnya teknik mesin dan teknik otomotif pertimbangkan baik-baik jurusan teknik yang akan kalian pilih sehingga tidak salah jurusan. Semoga dengan ini masyarakat paham bahwa teknik mesin tidak sama dengan teknik otomotif.